
PENAJAM – Sebanyak 28 sekolah percontohan Sekolah Laboratorium Pancasila (SLP) di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) kompak menggelar kegiatan bakti sosial sepanjang Maret–April 2025. Kegiatan ini menjadi langkah awal menumbuhkan jiwa kesetiakawanan sosial di kalangan peserta didik, khususnya generasi Alpha dan Z.
Penjabat (Pj) Bupati PPU, Drs. Makmur Marbun, M.Si, hadir dalam pelaksanaan bakti sosial di SDN 013 Penajam, Sabtu (17/2/2024). Menurutnya, program SLP menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat PPU.
“Masyarakat perlu berbangga karena Kabupaten PPU merupakan salah satu kabupaten di Kaltim yang menerapkan Sekolah Laboratorium Pancasila,” katanya. Marbun menambahkan, Sekolah Laboratorium Pancasila ini sangat bermanfaat bagi masyarakat. “Tentunya pemerintah akan selalu mendukung apa saja yang bisa mensejahterakan masyarakat umum dan mencerdaskan kehidupan bangga,” ujarnya.

Cegah Degradasi Moral
Kepala SDN 013 Penajam, Rusmala Wati, menegaskan program SLP berperan penting dalam mencegah degradasi moral generasi muda. Melalui pendidikan berbasis Pancasila, siswa diarahkan untuk menjauhi perilaku negatif.
“SLP diharapkan dapat menghindarkan peserta didik dari perundungan, intoleransi, tawuran, radikalisme, hingga penyalahgunaan narkotika. Program ini adalah upaya nyata membangun karakter positif di kalangan generasi Z,” tuturnya.
Implementasi Profil Pelajar Pancasila
Ketua TP PKK PPU, Dra. Linda Romauli Siregar, juga menyambut baik kegiatan bakti sosial SLP. Saat menghadiri bakti sosial SLP SMPN 5 PPU, ia menilai kegiatan ini merupakan wujud nyata implementasi Profil Pelajar Pancasila. “Juga untuk mengimplementasikan pendidikan nilai-nilai luhur Pancasila yaitu sila ke-3, sila ke-4, dan sila ke-5 dapat kita wujudkan bersama sama pada hari ini,” ungkapnya (15/02/2024).
Kolaborasi Lintas Pihak
Pelaksanaan bakti sosial tidak hanya melibatkan siswa, tetapi juga dukungan penuh dari guru, orang tua, komite sekolah, hingga pengawas sekolah. Sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga ikut ambil bagian, seperti Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Tim Penggerak PKK, Bakesbangpol, Dinas Sosial, Dinas PPAPP, Dinas Kesehatan, serta camat dan lurah setempat.
Keterlibatan lintas pihak ini memperkuat pesan bahwa pendidikan karakter berbasis Pancasila tidak hanya tanggung jawab sekolah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat.
